• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • SLIDE-1-TITLE-HERE

    Welcome to MEDIA MR MUWAHID, SH.,MH more Templates From MOH AZUS SA UNISDA.com...

  • SLIDE-2-TITLE-HERE

    Welcome to MEDIA MR MUWAHID, SH.,MH more Templates From MOH AZUS SA UNISDA.com

  • SLIDE-3-TITLE-HERE

    Welcome to MEDIA MR MUWAHID, SH.,MH more Templates From MOH AZUS SA UNISDA.com

  • SLIDE-4-TITLE-HERE

    Welcome to MEDIA MR MUWAHID, SH.,MH more Templates From MOH AZUS SA UNISDA.com

(SELAMAT DATANG)
MEDIA PEMBELAJARAN KAMI

Senin, 27 Desember 2010

Hukum Perjanjian

Posted by Muwahid On 05.49 No comments

PEMBAGIAN PERJANJIAN

1. Perjanjian Positif dan Perjanjian Negatif
Suatu perjanjian dikatakan Positif apabila pelaksanaan prestasi yang dimaksudkan dalam isi perjanjian merupakan tindakan positif, baik berupa memberikan sesuatu atau melaksanakan sesuatu.
Sedangkan perjanjian dikatakan negatif apabila prestasi yang menjadi maksud perjanjian merupakan sesuaru tindakan yang negatif (tidak melakukan sesuatu).

2. Perjanjian Sepintas lalu
Disebut perjanjian sepintas lalu apabila pemenuhan prestasi berlangsung sekaligus dalam waktu yang singkat dan dengan demikian perjanjian berakhir. Contoh Jual beli.
3. Perjanjian Alternatif
Yaitu perjanjian dimana debitur dalam memenuhi kewajibanya melaksanakan prestasi dapat memilih salah satu diantara prestasi yang ditentukan. Misalnya dalam prejanjian gadai tanah pertanian yang menentukan debitur dapat memilih antara membayar dengan uang atau sejumlah hasil bumi.
4. Perjanjian Komulatif
Kalau dalam perjanjian alternatif debitur dapat memilih dalam memenuhi prestasinya, tetapi dalam perjanjian komulatif debitur wajib memenuhi bermacam-macam jenis. Misalnya debitur disuruh menyerahkan sebuah Mobil Kijang dan Mobil Panther sekaligus.
5. Perjanjian Fakultatif
Kalau dalam perjanjian alternatif debitur bisa memilih dalam melaksanakan prestasi, tetapi dalam perjanjian fakultatif debitur mempunyai hak untuk mengganti prestasi yang ditentukan dengan prestasi yang lain, bila debitur tidak mungkin menyerahkan prestasi yang telah ditentukan semula. Contoh debitur diwajibka menyerahkan sebuah rumah, tetapi apabila penyerahan tidak mungkin debitur dapat mengganti dengan sejumlah uang.
6. Perjanjian Generik dan Spesifik
Perjanjian generik ialah perjanjian yang hanya menentukan jenis dan jumlah barang yang harus diserahkan seperti yang diatur dalam Pasal 1392 BW. Pada perjanjian generik debitur dalam memenuhi kewajibanya guna membebaskan dirinya atas pemenuhan prestasi tidak diwajibkan untuk menyerahkan jenis yang terbaik, tetapi sebaliknya debitur tak boleh pula menyerahkan yang terburuk.
Perjanjian sepesifik (Ps. 1391). Apabila benda yang menjadi obyek perjanjian yang ditentukan hanya ciri-ciri khususnya.
7. Perjanjian Bersyarat
Perjanijian bersyarat adalah perjanjian yang pelaksanaannya digantungkan kepada sesuatu pada masa yang akan datang yang belum pasti terjadi.
Ada dua unsur:
a. perjanjian digantungkan pada sesuatu kejadian/perbuatan di masa yang akan datang;
b. kejadian itu belum pasti terjadi. Syarat tidak boleh digantungkan pada kejadian yang pasti. Misalnya kematian.
c. Apabila suatu syarat benar-benar terjadi dalam kenyataan, perjanjian bersyarat tadi menjadi perjanjian “bersyarat positif”. Sedang kalau kejadian yang dijanjikan tidak terlaksana sebagaimana yang ditentukan dalam perjanjian, disebut perjanjian bersyarat Negatif.
8. Macam-macam Syarat.
a. syarat yang menunda perjanjian;
b. syarat yang mengakhiri atau memutuskan perjanjian

Suatu perjanjian dianggap tidak bersyarat, apabila:
a. jika klausul yang ditentukan dalam perjanjian merupakan suatu kejadian yang sudah terjadi;
b. jika syarat digantungkan pada suatu kejadian yang pasti terjadi di masa yang akan datang (1253);
c. jika perjanjian didasarkan pada syarat yang memaksa;
d. syarat perjanjian adalah sesuatu perbuatan yang tidak mungkin dilaksanakan;
e. syarat bertentangan dengan kesusilaan (1254).

0 komentar:

Posting Komentar